Profile Sekolah

  • PDF

KEPALA SEKOLAH

Selama 50 tahun, SMA BUDI MULIA sudah dipimpin oleh enam kepala sekolah.

1. 1958 – 1959  : A. Saragih
2. 1959 – 1960  : Bruder Deodatus Verbeek
3. 1960 – 1962  : Bruder Hugo Verest
4. 1962 – 1975  : Bruder Egidius B. P. C. Van Gils
5. 1975 – 1992  : Bruder Pancratius GJW Peters
6. 1992 - 20..... : Bruder Silvester J. Simamora Dari keenam kepala sekolah, beberapa pantas disebut mempunyai kekhasan. Bruder Hugo seorang organisator ulung, sangat giat memperjuangkan hak-hak orang, aktif dalam Pemuda Katolik, dan dramawan yang handal. Beliau meninggal 14 Mei 1998 dan dikebumikan di Cipaku, Bogor.

Bruder Egidius sangat aktif dalam pendidikan di Keuskupan Agung Medan. Dengan senyumnya yang ramah hingga mudah memikat orang, beliau juga seorang seniman ulung. Pada kepemimpinannya, SMA Budi Mulia sangat dikenal di Sumatera Utara. Olah raga dan seni sangat maju pesat dan mutu pendidikan SMA Budi Mulia semakin meningkat. Beliau meninggal di Belanda 25 Agustus 1982.

Bruder Peters dikenal dengan disiplinnya yang tanpa kompromi. Tidak ada kata telat meskipun hanya satu menit. Gayanya yang santai dengan penampilan yang sangat sederhana ( cukup memakai sandal dan baju kaos ke sekolah ) mampu membentuk SMA Budi Mulia menjadi sekolah yang lebih bermutu. Beliau ini juga gila bola. Sebagai kepala sekolah beliau juga menjadi pelatih sepak bola bagi anak didiknya. Kedisiplinan tetap diperlihatkan dalam bermain sepak bola. Beliau paling tidak suka dengan permainan yang banyak mengocek bola. Sebagai pelatih beliau akan marah dan berteriak: Kiriiiiiiiim.....???? Ungkapan candanya: “Jangan menjadi raja-raja toba” jangan GBHN (gara-gara batak hancur negara); “Pakailah jam yang ada jarumnya”. Beliau ini mampu menghabiskan 8 sampai 10 gelas kopi per hari. Pada masa beliau SMA Budi Mulia berkembang pesat, baik dari segi mutu dan fisik. Beliau memperjuangkan habis-habisan agar SMA Budi Mulia dapat pindah dari Jalan Sibolga ke Jalan Melanthon Siregar dan mengusahakan fasilitas yang lebih lengkap. Beliau meninggal di Jakarta 10 Februari 1996 dan dikebumikan di Cipaku, Bogor.

Bruder Silvester merupakan bruder pribumi yang menggantikan bruder misionaris (Belanda). Pindah dari SMP Van Lith Budi Mulia Jakarta 1992 ke Pematangsiantar. Beliau ini meneruskan dan memelihara yang sudah banyak dilakukan oleh bruder-bruder pendahulu.